Oleh: awarsono | Agustus 14, 2008

Palestina: Lukamu, Luka kita semua

Mungkin sebagian besar di antara kita sudah mengetahui bagaimana kondisi saudara muslim kita di Palestina. Setelah HAMAS menang dalam pemilu beberapa waktu yang lalu, saat ini dunia barat yang diwakili oleh Amerika dan Uni Eropa telah menghentikan bantuan dana (baca : boikot) kepada pemerintah Palestina yang dipimpin oleh HAMAS. Perjuangan muslim Palestina pun terus berlangsung tanpa henti menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Tanah suci tempat kelahiran para nabi ini terus diwarnai semangat-semangat intifadhoh pejuang-pejuang Islam.

Seperti yang dikutip dari http://www.al-ikhwan.net, tercatat pembantaian yang biadab yang dilakukan oleh Zionis Israel kembali terjadi sejak beberapa minggu terakhir di Gaza, peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada hari selasa tanggal 15 Januari 2008, sehingga men-syahidkan di dalamnya 22 orang di samping beberapa puluh orang yang terluka. Sungguh peristiwa tersebut merupakan aksi teroris yang diiringi dengan berbagai insentif baru yang belum pernah terjadi pada sejarah permasalah Arab dan kaum Muslimin dahulu, khususnya Palestina (Al-ikhwan.net, 2008).

Masih menurut sumber yang sama, selama berlangsungnya pengepungan dan isolasi terhadap Gaza, jumlah warga Palestina yang lapar berjumlah 1,5 juta. Hal ini jelas menunjukkan bahwa para musuh Allah swt tersebut mencoba untuk membunuh warga muslim Palestina secara perlahan dengan menahan pasokan makanan dan obat-obatan. Sekalipun demikian, warga Gaza tetap bertahan, walaupun para pemimpin Arab seakan memiliki kontribusi dalam membunuh bangsa Arab yang bertahan untuk melawan dan berjihad menghadapi peralatan perang Amerika dan Zionis karena meminta untuk segera melakukan occupasi pengepungan dengan menggunakan alat dan teknologi canggih untuk menghancurkan terowongan yang merupakan sumber penghubung kehidupan satu-satunya saat ini agar dapat memasukkan sebagian bahan makanan dan obat-obatan (Al-ikhwan.net, 2008).

Permasalahan Palestina yang masih terus berlangsung membuat menyadari bahwa permasalahan Palestina merupakan kaum Muslimin yang utama dan asasi, dan kita bertekad akan terus bekerja dan berjihad demi untuk mengembalikan bumi Palestina, pembebasan dan mengembalikan Al-Quds yang dimuliakan serta kembalinya para pengungsi dari daerah pengungsian. Kita juga seharusnya meyakini bahwa perlawanan akan tetap menjadi satu-satunya jalan dalam membebaskan Palestina. Oleh karena itu, umat Islam harus terus menyempurnakan aqidah dan keimanannya karena umat Islam tidak akan bisa bangkit kecuali melalui agama yang agung ini, baik nilai-nilainya dan peradabannya, “dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”. (As-syu’ara: 227). Maha benar Allah atas segala firman-Nya.

Lalu, apakah kita sebagai sesama muslim hanya sekedar paham bagaimana kondisi saudara-saudara kita disana tanpa ada kontribusi nyata? “Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur.” (HR.Bukhari) Tidak, sekali lagi kita tidak akan diam! Meski tubuh ini tidak bisa serta dalam jihad, namun setidaknya ketika rasa cinta pada saudara telah membuncah, setidaknya doa yang teriring, rupiah yang sebanding, aksi boikot dan aksi menekan para penguasa dan pemimpin negara hingga mau merubah sikap politiknya atau menjauh dari politik Amerika semoga menjadi setitik kontribusi kita untuk Palestina.

”Wahai orang-orang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Ash-Shaff: 10-11) Majulah serentak hai mujahid setia, bebaskan Palestina dari taring penjajah. (Shoutul Harakah, Kisah Palestina) Apabila islam dihinakan, apa yang akan kita lakukan? Apabila Islam dijatuhkan, tugas kita adalah berjihad, berjuang! Bangkitlah, mari berjuanglah, kobarkan jihad di jalan-Nya. Bangkitlah, jangan kau ragu, ingatlah surga menantimu .(Shoutul Harakah, Bait Perjuangan ) ”Mereka hendak memadamkan cahaya (agama Allah) dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.” (Qs. At-Taubah : 32)

*Penulis adalah mahasiswa semester 3 Dept. Gizi FKM UI Dept.Pembinaan Nurani08 FKM UI



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: