Oleh: awarsono | Agustus 28, 2008

“Who is Muhammad SAW anyway?”

“Who is Muhammad SAW anyway?”

Tulisan ini mencoba memberikan persepsi lain atas
Muhammad (SAW) dari
orang2 yang bukan pengikutnya. Tujuannya sih, biar
yang belum baca jadi
baca, yang sudah baca baca lagi, (pengikutnya) yang
belum cinta jadi
cinta, yang sudah cinta jadi tambah cinta melebihi
cinta pada dirinya,
yang sudah cintanya kayak gitu yaa biar bisa nularin
deh sama yang lain.

ENCYCLOPEDIA BRITANNICA
“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia
adalah seseorang yang
jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati
orang-orang yang
sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”

MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di
YOUNG INDIA):
“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang
paling mempengaruhi
manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah
yang memberikan
kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari
kesederhanaan,
kebersahajaan,
kehati-hatian Muhammad; serta
pengabdian luar biasa
kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya,
serta
keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan
bukan pedang )
menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
halaman terakhir
volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada
lagi cerita yang
tersisa dari hidupnya yang agung.”

Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol.
1,No. 8, 1936.)
“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris –
bahkan Eropa –
beberapa ratus tahun dari sekarang,Islam-lah agama
tersebut.”
” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena
potensi yang
dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi
saya memiliki
kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah
mempelajari
Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan
seorang
anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat
kemanusiaan’.”
“Saya yakin, apabila orang
semacam Muhammad memegang
kekuasaan tunggal
di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi
segala permasalahan
sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan
yang dibutuhkan
dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan
diterima Eropa di masa
datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat
ini”
“Dia adalah manusia teragung yang pernah
menginjakkan kakinya di bumi
ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah
bangsa, meletakkan
dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan
pembaruan sosial dan
politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan
dinamis untuk
melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia
juga telah
merevolusi pikiran serta
perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.
Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun
570 masehi, memulai
misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan
diri pada Tuhan)
pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada
usia 63.
Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun)
dia telah merubah
Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi
para pemuja Tuhan
yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku
menjadi bangsa yang
bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum
pemikir dan
penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi
kaum yang teratur,
dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia
tidak pernah
mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat
sedahsyat
ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu
hanya sedikit di atas
DUA DEKADE.”

MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST
INFLUENTIAL PERSONS IN
HISTORY, New York, 1978)
Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan
teratas mungkin
mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya
orang yang sukses baik
dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar
tine, seorang
sejarawan terkemuka menyatakan
bahwa: “Jika keagungan
sebuah tujuan,
kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai
tujuan tersebut, serta
menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur
kejeniusan seorang
manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh
hebat manapun dalam
sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu
membangun pasukan, hukum
dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan
kekuatan-kekuatan
material yang hancur bahkan di depan mata mereka
sendiri. Muhammad
bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan,
rakyat dan
dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah
dunia saat itu;
lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan,
sesembahan,agama,
pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam
kemenangan dan
ambisinya yang
dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali
berhasrat membangun
kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan
Tuhan, kematiannnya
dan
kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah
kematiannya; semuanya membawa
keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk
mengembalikan sebuah
dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban
(immateriality)
Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia
singkirkan tuhan
palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang
sesungguhnya dengan
kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator,
apostle (hawariyyun,
12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum,
penakluk ide,
pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran
tanpa pengidolaan,
pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan
spiritual, ialah Muhammad.
Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia
diukur, mungkin
kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung
dari dia?”

(Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol.
II, pp 276-277)
“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi
agung. Namun, dari
orang
orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau
dua bidang saja
misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran
orang-orang ini seringkali
terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak
spekulasi tentang waktu
dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka,
sifat dan detail
ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan
mereka sehingga sulit
bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup
tokoh-tokoh ini.
Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW)
telah begitu tinggi
menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku
manusia dalam sebuah
episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari
kehidupan pribadi
dan ucapan-ucapannya telah secara akurat
didokumentasikan dan dijaga
dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya
begitu terjaga, tidak
saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para
pengikut setianya tapi
juga oleh para penentangnya.
Muhammad adalah seorang
agamawan, reformis sosial,
teladan moral,
administrator massa, sahabat setia, teman yang
menyenangkan, suami yang
penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua
menjadi satu. Tiada
lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan
menyamainya dalam setiap
aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian
seperti dia-lah
keagungan seperti ini dapat diraih.”

K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam
bookletnya, “Muhammad,
The Prophet of Islam”
Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk
menggambarkannya dengan
tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja:
betapa ia adalah
lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang
Nabi, Muhammad sang
pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang
negarawan, Muhammad sang
orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang
pelindung anak
yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya,
Muhammad sang pembela
hak wanita, Muhammad sang
hakim, Muhammad sang pemuka
agama. Dalam setiap
perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.
Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran
Muhammad tetap selamat,
tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran
yang menawarkan
secercah harapan abadi tentang obat atas segala
penyakit kemanusiaan
yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini
bukanlah klaim seorang
pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan
dari sebuah
analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.

PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:
Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam
telah meletakkan
dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan
manusia di atas
pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa
lain.
Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di
dunia yang mampu
menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide
persatuan bangsa-bangsa.
Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah
banyak
individu yang
hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah
menunjukkan tiada satu
pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa
yang Muhammad
capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu
tujuan: menyatukan
manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam
aturan-aturan ketinggian
moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam
sejarah menyatakan
bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan
atau seorang jelmaan
Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini
menganggap dirinya dan
dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang
pesuruh yang dipilih
Tuhan.

THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP
“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian
dapat mengubah suku-suku
yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi
sebuah bangsa
yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam
waktu kurang dari
dua decade.”
“Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat
yang
diselimutkan kepada
orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita
sendiri.”
“Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau
tidak mau harus
dijunjung tinggi. Dia diciptakan untukmenerangi dunia,
begitulah
perintah Sang Pencipta Dunia.”

EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the
profession of ISLAM write:
” ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan
Muhammad adalah
pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran Islam yang
simpel dan seragam.
Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan
kemakhlukan;
penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah
menjadi
pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya
telah memberinya
penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal
dan agama (HISTORY
OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).
Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa.
Tapi ia adalah manusia
dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia
dalam
pengabdian terhadap
satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan
hidup yang jujur dan
lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan
dirinya sebagai
‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah juga setiap
tindakannya.

SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu,
IDEALS OF ISLAM, vide
Speeches & Writings, Madras,1918, p. 169):
Inilah agama pertama yang mengajarkan dan
mempraktekkan demokrasi; di
setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah
telah berkumpul,
demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika
seorang hamba dan
seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui:
‘Allah Maha Besar’…
Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam
yang secara naluriah
membuat manusia menjadi bersaudara.

DIWAN CHAND SHARMA:
“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya
dirasakkan dan tak
pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.
(D.C. Sharma, THE PROPHETS
OF THE EAST, Calcutta,1935,
pp. 12)

James A. Michener, “Islam: The Misunderstood
Religion,” in READER’S
DIGEST(American edition), May 1955, pp. 68-70.
Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam,
dilahirkan pada
tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah
berhala. Yatim semenjak
kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada
fakir miskin, yatim
piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di
usia 20 tahun,
dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan
menjadi pengelola
bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25,
sang majikan
melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun
lebih tua Muhammad
menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat
sang istri.
“Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai
tugas kenabiannya
dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari
kelemahannya. Tapi “Baca”
adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun
sampai saat
ini
diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis
– dan keluarlah
dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah
dunia: “Tiada tuhan
selain Tuhan.”
“Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang
mengedepankan akal.
Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana
dan menimbulkan
anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa
belasungkawa
Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah
sebuah kejadian alam
biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan
kematian atau
kelahiran seorang manusia.”
“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya
hendak memujanya
sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus
kepemimpinannya (Abu
Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan
salah satu pidato
relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara
kalian yang
menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah
meninggal. Tapi jika
Tuhan-lah yang hendak kalian sembah,
ketahuilah bahwa
Ia hidup
selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)

W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953,
p. 52.
“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya,
ketinggian moral para
pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa –
semuanya menunjukkan
integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu
hanyalah
memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu,
tiada figur hebat
yang digambarkan begitu buruk di Barat selain
Muhammad”

Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD,
Madras, 1932, p. 4.
“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari
karakter Nabi Bangsa
Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan
bagaimana hidupnya untuk
merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu
utusan-Nya. Dan
meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak
hal-hal yang terasa
biasa, namun setiap kali saya membaca ulang
kisah-kisahnya, setiap kali
pula
saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada
sang Guru Bangsa
Arab tersebut.”

Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London,
1874, p. 92.
“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia
adalah sang Paus tanpa
pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya:
tanpa tentara,
tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan
tetap; jika ada seorang
manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil
Tuhan penguasa
dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki
kekuatan meski ia tak
memiliki segala instrument atau penyokongnya.”

John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the
Intellectual
Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330
“Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569
AD, telah lahir di
Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar
pengaruhnya terhadap
ummat manusia … Muhammad”

John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P.
‘s and
Cassel’s
Weekly for 24th September 1927.
Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu
tahun, ia telah menjadi
pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah
tuas yang siap
mengguncang dunia.

Professor Jules Masserman
“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal
(intelektualitas-pen).
Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander,
Caesar dan Hitler
mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga
(reliji dan militer
pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori
kedua. Mungkin
pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang
sukses pada
ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil
Musa melakukan
hal yang sama.”

“Allahumma shalli alaa Muhammad wa ‘alaa aali
Muhammad”
“Rindu kami padamu ya Rasul….”

Sumber : http://rwaluyo.multiply.com/journal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: