Oleh: awarsono | Desember 8, 2008

Subhanallah, Bahagianya Menjadi Muslimah …!

Dirinya…

Tetesan embun yang mengikis batuan

Hembusan angin yang memberi kesejukan

Mata air pelega kehausan

Indah bunga surga tak seindah dirinya

Halus jaring sutra tak sehalus hatinya

Tahukah kau siapa dirinya?

Dialah wanita

Wanita adalah makhluk yang tercipta penuh dengan kelembutan, kasih sayang, serta makhluk pemilik keanggunan. Allah telah menciptakan wanita dari tulang rusuk pria, yang begitu dekat dengan hati dan juga berdekatan dengan lengan, sehingga wanita begitu mudah dicintai dan juga selalu dalam perlindungan. Cinta dan perlindungan, inilah hal yang sepatutnya diperoleh seorang wanita dan menjadi hak yang amat dasar. Akan tetapi, seringkali hak ini tidak didapatkan oleh kaum wanita dan justru sebaliknya, yang diperoleh adalah sikap kasar dan perlakuan yang tidak adil.

Dari masa ke masa, perlakuan yang diskriminatif dan nasib yang memilukan dialami oleh kaum wanita. Sebelum kedatangan Islam, hampir semua bangsa dan agama menghinakan kaum wanita. Kalangan Yahudi menganggap wanita sebagai pembawa kesialan dan dosa karena telah menggelincirkan nabi Adam. Kaum Nasrani menganggap wanita sebagai sumber kejahatan, sehingga para pendeta tidak boleh menikah. Masyarakat Hindu bahkan menganggap bahwa wanita yang ditinggal mati suaminya tidak mempunyai hak untuk hidup lagi, sehingga ia harus ikut membakar diri bersama jenazah sang suami. Masyarakat Eropa juga tidak mau kalah dalam menghinakan wanita. Pada masa Henry VIII, parlemen Inggris membuat peraturan yang melarang wanita membaca Perjanjian Baru (Bible) karena wanita dianggap najis. Tahun 586 M, diadakan konferensi di Perancis yang hasilnya menetapkan bahwa wanita termasuk manusia tetapi diciptakan sebagai pelayan kaum pria. Alangkah menyesakkan dada ketika kita melihat fakta ini, dimana status wanita sebagia manusia pun masih dipertanyakan dan dibahas dalam sebuah konferensi. Padahal, tidak satu manusia pun di muka bumi yang tidak lahir dari rahim seorang wanita terkecuali Nabi Adam.

Dari rahimnya Kau lahir

Dari air susunya Kau hidup

Dengan belaiannya Kau tumbuh

Lalu, beginikah caramu membalas?

Hingga lahirlah seorang manusia mulia yang membawa ajaran mulia, di tanah Arab. Pada masa itu, masyarakat di tempat ini pun tidak lebih baik dalam memperlakukan wanita. Wanita dianggap sebagai makhluk yang hina dan membawa aib. Apabila lahir seorang anak perempuan dalam keluarga mereka, maka merah padamlah wajah mereka. Bahkan karena begitu malunya, seringkali anak perempuan yang lahir tersebut dikubur hidup-hidup. Islam, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad membawa perubahan yang dahsyat.

Islam sangat memuliakan kaum wanita. Islam menegaskan eksistensi wanita sebagai manusia dan persamaan hak kemanusiaan yang dimiliki wanita. Bahkan, an-Nisaa yang berarti wanita diabadikan sebagai nama surah dalam Al-Qur’an. Perintah Allah kepada para suami untuk memperlakukan istri secara baik juga tertuang dalam Al-Qur’an surah an-Nisaa ayat 19.

Hingga saat ini, hanya Islamlah yang menempatkan wanita pada martabat yang terhormat dan memberikan perlindungan bagi wanita. Namun, perlindungan dan kemuliaan yang diberikan oleh Islam kepada wanita kini tidak dapat diterima oleh segolongan perempuan yang menyebut diri mereka sebagai pejuang dan pembela hak-hak kaum perempuan, yaitu kalangan feminis. Sejarah feminisme terkait dengan perjuangan wanita Barat dalam menuntut kebebasannya, karena pada abad pertengahan perempuan tidak mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Perempuan pada masa itu dianggap memiliki derajat yang rendah, sehingga tidak diperkenankan untuk mengurus apapun dan memiliki sesuatu. Sampai akhirnya pada era renaisance yang diikuti dengan terjadinya revolusi Inggris dan Perancis, terjadilah pemberontakan secara besar-besaran oleh orang-orang yang merasa diperlakukan sewenang-wenang, termasuk di dalamnya adalah kaum perempuan.

Feminisme berlanjut hingga saat ini dengan tuntutan yang semakin meluas, yaitu kebebasan, persamaan dan kesetaraan jender. Mereka menuntut adanya persamaan antara pria dan wanita serta kebebasan memilih peran di tengah keluarga dan masyarakat, serta partisipasi dalam semua aktivitas di semua level dan bidang. Kaum feminis mulai menuntut persamaan secara mutlak dengan kaum laki-laki termasuk dalam urusan kebebasan hubungan seksual tanpa perkawinan, kebebasan memilih peran dan tugas dalam keluarga, melaksanakan segala keinginannya tanpa ada batasan dan tolak ukur yang pasti.

Berbagai tudingan dan pernyataan yang menyudutkan Islam mereka lontarkan. Mereka menyatakan bahwa Islam tidak berpihak pada wanita dan membelenggu wanita dengan berbagai aturan. Islam membebani wanita dengan berbagai kewajiban, serta menempatkan wanita di bawah derajat kaum lelaki. Islam memenjarakan wanita. Masih banyak lagi tuduhan yang mereka lemparkan kepada Islam. Sungguh, mereka mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak mereka ketahui.

Dalam majalah Fatawa Vol.III/No.4 (Maret 2007) termuat sebuah artikel yang berjudul “Susah Jadi Wanita Muslimah?”. Artikel tersebut membahas tentang alasan-alasan yang dijadikan oleh kaum feminis sebagai tameng untuk menentang ajaran Islam, sekaligus semua jawaban yang mementahkan argumentasi mereka. Berikut ini saya cantumkan ringkasan isi dari artikel tersebut.

Kaum feminis mangatakan bahwa sangat susah menjadi muslimah, diperlakukan tidak adil dan banyak aturannya. Lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Muslimah, auratnya lebih susah dijaga daripada pria

2. Muslimah, perlu meminta ijin dari suaminya jika hendak keluar rumah tetapi tidak sebaliknya

3. Muslimah, haknya sebagai saksi lebih kecil daripada pria

4. Muslimah, menerima harta warisan lebih kecil daripada pria

5. Muslimah, harus menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak

6. Muslimah, wajib taat kepada suaminya tetapi suami tidak wajib taat pada istrinya

7. Muslimah, talaknya terletak di tangan suami dan bukan padanya

8. Muslimah, kurang dalam beribadah karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada pria.

Tetapi, pernahkah kita lihat kenyataan dibalik itu??

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan berserakan di sembarang tempat bukan?Itulah ibaratnya seorang Muslimah..

2. Muslimah wajib taat kepada suami, tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya tiga kali lebih utama dari bapaknya, bukankah ibu adalah seorang wanita?

3. Muslimah menerima harta warisan lebih sedikit dari lelaki, tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sedangkan lelaki, perlu menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya.

4. Muslimah bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan jika matinya karena melahirkan maka syahidlah ia.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan bertanggungjawab atas empat wanita: istrinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

6. Seorang wanita, tanggung jawab dibebankan kepada empat orang lelaki: suaminya,ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

7. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga yang disukainya cukup dengan empat syarat saja:

-Shalat lima waktu

-Puasa di bulan Ramadhan

-Taat pada suaminya

-Menjaga kehormatannya

8. Seorang lelaki perlu pergi berjuang di jalanAllah, tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah, akan turut menerima pahala seperti pahala orang yang pergi berjuang di jalan Allah, tanpa perlu mengangkat senjata.

Subhanallah, rasanya tak ada lagi kata-kata yang perlu saya tambahkan untuk menepis semua tudingan dari golongan feminis. Kebebasan tak terbatas yang ditawarkan feminisme pada akhirnya akan membawa manusia kepada kebobrokan dan kehancuran. Akibat yang telah dapat kita saksikan pada masa sekarang ini antara lain: merebaknya free sex, pelecehan seksual, anak-anak bermasalah, dan masih banyak lagi. Sebaliknya, seorang muslimah sangat patut untuk bergembira, karena ia begitu terjaga. Apapun yang telah Allah tetapkan bagi muslimah, tidak lain hanyalah untuk kebaikan dirinya sendiri dan sebagai bentuk kasih sayang serta perlindungan Allah kepada kita kaum wanita.

Akulah wanita

yang paling bahagia

karena Aku begitu berharga

dan begitu dicinta

Aku tak perlu berlomba

berhias diri dan menebar pesona

kepada lelaki buaya

Cantikku adalah taqwa

bukan bergaya menggoda

Indahku adalah akhlak mulia

bukan berbusana terbuka

Aku tak perlu risau

ketika usia tak lagi muda

karena cantikku tak akan pudar

tak seperti make-up tebal

Karena itulah, Aku berbahagia

Penulis adalah seorang muslimah yang juga mahasiswi Fakultas Teknik UI.

Sumber : http://khansanailah.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: