Oleh: awarsono | Maret 31, 2009

Tips Menjadi Pembicara yang Berpengaruh

Apa Saja Yang Mempengaruhi Manusia?

Saya akan sampaikan kepada Anda mengenai teori Meharabien bahwa kata-kata tidak memiliki makna kecuali yang kita berikan kepadanya. Energi dari kata-kata bukan sekedar berasal dari kata-kata itu sendiri melainkan dari cara mengatakannya dan terutama dari yang mengatakannya.

Mari kita simak teori 3 V yang diilhami dari Meharabien. V pertama adalah Verbal, V kedua adalah Vocal dan V ketiga adalah Visual. Dalam teknik mempengaruhi orang lain ternyata hanya 7% pengaruh verbal atau lisan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Kemudian 38% dipengaruhi oleh vocal dari verbal yang diucapkan. Pengaruh vocal maksudnya adanya pengaruh nada, suara, tekanan, ataupun intonasi dari kata-kata yang diucapkan. Dan 55% dipengaruhi oleh visual. Visual atau Uswah inilah yang memberikan makna paling banyak dari kata-kata yang kita ucapkan.

Maka tak heran ketika seseorang mengajak Anda “untuk menjadi pemberani” tetapi orang yang mengajak tersebut nyata-nyata sebagai si penakut maka Anda tidak akan respek dengan orang yang mengajak tersebut. Sebab secara visual Anda melihatnya sebagai penakut.

Walaupun verbalnya baik, bahkan diiringi oleh teknik mengajak yang juga baik, namun jika secara visual emosi Anda tak terpenuhi maka wajar ketika Anda merasa tak wajar. Itu pula yang terjadi ketika Anda berdakwah tentang Islam kepada lingkungan Anda, namun Anda tidak mengiringinya dengan contoh nyata, apalagi kalau dakwah yang Anda lakukan tidak diikuti oleh teknik vocal berdakwah yang mumpuni maka jangan sekali-kali menyalahkan Allah jika dakwah Anda belum sukses. “Ya, mungkin sudah takdir…orang-orang di sini boro-boro disuruh ke masjid, ga pada main judi saja sudah bagus…!”

Perhatikan firman Allah dalam Q.S.Al-Ahzab : 21 “Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Untuk memenuhi kriteria berdakwah yang baik maka, “Contoh” atau Suri Tauladan adalah senjata yang paling ampuh. Buatlah citra positif tentang diri Anda di pandangan masyarakat. Rosulullah pun yang sudah nyata-nyata al-amin (dipercaya) masih saja banyak yang menolak kebenaran seruannya.

Lalu bandingkan dengan kita, yang masih banyak bolongnya dalam beribadah, yang masih sering malas dan kurang ikhlas dalam beribadah, yang masih sering berprasangka, maka satu-satunya jalan yang paling efektif adalah Anda harus menjadi sosok yang memiliki citra positif dalam pergaulan di masyarakat.

Jika citra positif itu telah hadir, maka apa yang Anda katakan akan lebih bermakna bagi yang mendengar, dan juga tentunya bagi Anda sendiri. Bayangkan pertentangan yang terjadi antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, apabila pikiran sadar mengatakan kepada khalayak, “Saudaraku, mari kita rajin bersedakah, karena bersedekah itu mendekatkan diri Anda kepada Allah dan kepada hamba-hamba-Nya!”

Nah, jika Anda termasuk yang jarang bersedekah maka pikiran bawah sadar Anda akan menolaknya. Dan cahaya penolakan tersebut bisa terpancar lewat wajah Anda. Perlu diketahui, jika pikiran sadar dan pikiran bawah sadar bertentangan maka pikiran bawah sadar Anda akan menang, bahkan semakin ditentang maka kemenangannya semakin telak.

Akhirnya, inilah beberapa Tips Menjadi Pembicara Berpengaruh

1. Taklukkan 100% rasa grogi dengan : 25% persiapan materi, 50% latihan langsung di depan audience atau cermin, 10% persiapan mental, 15% melalui pernafasan yang dalam. Bernafas yang dalam, gunakan konsep 615: 6 hitunagan ditarik…1 ditahan…. 5 hitungan hembuskan perlahan

2. Periksa mike dan sound system apakah dalam kondisi yang baik. Apabila mike suaranya putus-putus, maka sebaiknya mike diganti atau tidak perlu digunakan.

3. Sebaiknya masuk dari sisi kiri, agar audien melihat Anda pertama kali dengan otak kanan

4. Optimalkan sikap tubuh : tampak percaya diri, antusias, dan tersenyum.

5. Berdirilah, kalau mau duduk cukup hanya sesekali di saat-saat tertentu. Misal di saat-saat penayangan potongan film di layar lewat infokus. Yang paling penting, ketika pertama kali masuk kelas dilarang kelas untuk langsung duduk, boleh duduk hanya ketika telah menyapa audien dan melakukan pembukaan atau ice breaking

6. Buka dengan sugesti positif, seperti “Luar biasa, alhamdulillah hari ini saya sangat berbahagia bertemu dengan Anda…dst, jangan pernah katakan, “maaf, karena tadi malam saya menyiapkan slide sampai malam, jadi sekarang agak flu dan sakit…dst”…nanti bisa2 peserta juga jadi ikut saki tuh🙂

7. Ice breaking : Buka dengan ilustarasi yang menyenangkan : lelucon, atau simulasi, atau visualisasi potongan film dan iklan.

8. Jalin hubungan : Kontak mata, nyatakan perhatian Anda. Ketika Anda menjaling hubungan dengan beberapa orang peserta maka semua peserta bisa merasa akrab dengan Anda. Jangan pura-pura melihat peserta…apalagi melihat jauh ke belakang membuang kegugupan. Dan jangan pernah menganggap peserta/audien sebagai patung.

9. Telapak tangan terbuka ke depan : Tidak menunjuk, sesekali mengepal tidak masalah; sebagai unjuk energi semangat Anda.

10. Berbisik, rendahkan suara Anda pada kata-kata kunci.

11. JEDA, segera mengumpulkan energi perhatian

12. Sampaikan cerita hikmah yang menggugah, nyata atau pun fiksi.

13. Lakukan simulasi masal, melibatkan seluruh peserta

14. Permainkan intonasi kata : Tinggi…rendah…tinggi…sedang…dsb. Intinya, buatlah gelombang intonasi yang menarik dan menggugah.

15. Bergeraklah, tidak hanya terpaku diam di depan. Bergerak : ke samping kiri, kanan. Bergeraklah ke belakang. Bergeraklah memutar. Jaga stamina Anda.

16. Kalau Anda memiliki suara yang tidak jelek (walaupun tidak begitu bagus –pen), berikan nyanyian yang modif mencerahkan buat mereka.

17. Sampaikan beberapa rujukan pendukung seperti : Ayat, Hadist, Atsar, atau ungkapan-ungkapan bijak yang bersesuaian dengan materi.

18. Raihlah beberapa nama peserta, sebelum, di saat, dan setelah acara berlangsung.

19. Beri kesempatan beberapa peserta berbicara

20. Beri kesimpulan yang terindah dan dikenang. Bisa dengan : Kontemplasi, atau dengan cerita, baik cerita lucu atau pun cerita menggugah

21. Tutup dengan sugesti positif, seperti pernyataan, “alhamdulillah, saya berbahagia telah bertemu Anda hari ini..yakinlah sepenuh hati bahwa…dst…”

Penulis : Zen El Fuad


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: